Lewati ke konten utama

Perikanan Budidaya Air Payau (Tambak) Kawasan Tiworo

Budidaya air payau menghasilkan ±12.555 ton pada 2025, terbesar di Tiworo Kepulauan, Tiworo Selatan, dan Tiworo Utara.

Perikanan dan Kelautan Kec. Tiworo Kepulauan Data 2025
Foto belum tersedia

Deskripsi Potensi

Budidaya air payau (tambak) merupakan subsektor perikanan budidaya terbesar di Muna Barat dengan produksi sekitar 12.555 ton pada 2025.

  • Tiworo Kepulauan: ±3.632 ton
  • Tiworo Selatan: ±3.175 ton
  • Tiworo Utara: ±2.405 ton
  • Kusambi: ±1.557 ton
  • Tiworo Tengah: ±1.325 ton
  • Maginti: ±460 ton

Menurut komoditas utama (Tabel 5.4.7), produksi budidaya 2025 terdiri atas ±7.342 ton binatang air berkulit keras dan ±5.589 ton ikan bersirip.

Data Pendukung

Produksi budidaya air payau
12.555 ton
Tahun 2025 · Tabel 5.4.5
Produksi di Tiworo Kepulauan
3.632 ton
Tahun 2025 · Tabel 5.4.5
Pembudidaya ikan
923 orang
Tahun 2025 · Tabel 5.4.8

Peluang Pengembangan

Kajian awal: rantai dingin dan penyimpanan hasil, pengolahan hasil perikanan, penyediaan benih dan pakan, serta distribusi. Perlu data lahan, status tambak, dan konfirmasi instansi teknis.

Lokasi

Kec. Tiworo Kepulauan, Kabupaten Muna Barat

Koordinat: -4.78350, 122.43602

Potensi Lainnya

Semua
Budidaya Rumput Laut Perairan Tiworo Perikanan CONTOH

Budidaya Rumput Laut Perairan Tiworo

Kec. Tiworo Kepulauan

Contoh entri potensi perikanan budidaya di perairan Selat Tiworo.

Sumber: DPMPTSP Kabupaten Muna Barat
Perikanan

Perikanan Tangkap Laut Selat Tiworo

Kec. Tiworo Utara

Produksi perikanan tangkap laut ±14.398 ton (2024) dengan 9.081 nelayan; tertinggi di Tiworo Utara.

Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Muna Barat Data 2024